slot pulsa
slot deposit pulsa
slot
slot pulsa
bola16
slot pulsa
slot
iboslot
slot pulsa
slot pulsa
slot gacor
rtp
slot gacor
rtp bola16
slot gacor
slot gacor
slot pulsa
Berita – Page 3 – Lembaga Penjaminan Mutu

Lembaga Penjaminan Mutu

Category: Berita

  • Implementasikan MBKM, UIN Bandung Pastikan Terus Perbaiki Kekurangan Nasional

    Implementasikan MBKM, UIN Bandung Pastikan Terus Perbaiki Kekurangan Nasional

    Sejak September 2021, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain untuk memenuhi target kinerja lembaga, juga dalam rangka meningkatkan keunggulan civitas akademika.

    “Implementasi MBKM itu IKU nya Pak Rektor. Namun menurut saya, ini agenda dalam semangat, sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati. Di mana mahasiswa dan dosen bisa berkolaborasi dengan civitas akademika perguruan tinggi lain untuk melakukan sejumlah program,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Rosihon Anwar, saat membuka Workshop Penjaminan Mutu MBKM yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SGD Bandung di Jatinangor, Kamis (4/11).

    Prof Rosihon pun mengakui bahwa implementasi MBKM masih banyak kekurangan. Namun dia mengingatkan semua civitas akademika untuk melakukan perbaikan terus menerus.

    Sebagaimana diketahui, MBKM merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi sejak 2020. Di UIN SGD Bandung, kebijakan itu ditindaklanjuti dengan berbagai langkah.

    “SK Rektor tentang waktu pelaksanaan MBKM diterbitkan. Kemudian dibuatkan pedomannya, studi banding ke perguruan tinggi lain, mengundang pakar dan berbagai diskusi serta rapat di tingkat pimpinan. Pedomannya sendiri disampaikan ke Senat Universitas dan disahkan pada 26 April 2021,” katanya.

    Tidak hanya payung hukum, secara teknis, disiapkan pula aplikasi MBKM. Kemudian dilakukan berbagai sosialisasi baik di tingkat pimpinan maupun di tingkat program studi.

    “Mahasiswa pun mendapatkan sosialisasi secara daring pada 18 Agustus 2021. Di tingkat prodi pada 11 Agustus 2021,” jelasnya.

    Prof. Rosihon pun mengaku sangat mengapresiasi dukungan para Dekan, Wakil Dekan dan semua pimpinan untuk merealisasikan program ini.

    ”Di kalangan PTKIN, ini sudah dibahas. Kita, UIN Bandung lebih maju. Tidak hanya pertukaran mahasiswa lintas prodi dalam satu fakultas dan satu universitas, di kita sudah ada juga yang lintas universitas. Ke depan, program MBKM lain dapat dilaksanakan, seperti magang dan yang lainnya,” ujarnya.

    Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Ija Suntana menyatakan pelaksanaan MBKM akan dievaluasi dari sisi mutunya. “Kita hari ini melakukan workshop untuk memastikan agar alat ukur dalam hal standar mutu terumuskan dengan baik dan program yang dilaksanakan terjaga mutunya,” kata Ija Suntana.

    Kustiwan, Ph.D, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu pada LPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menjadi narasumber dalam acara tersebut menyatakan, bahwa implementasi MBKM di universitasnya masih proses menuju integrasi dengan program akademik. “Kami masih persiapan dari sisi implementasi secara sistematik, dijajaki teknisnya. Disusun pula desainnya agar terintegrasi dengan kegiatan akademik lainnya. Implementasinya dalam satu dua semester ke depan,” kata Kustiwan.

    Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Universitas Padjadjaran Mohamad Fahmi, Ph.D menyatakan proses pelaksanaan MBKM di Unpad dimulai dengan tahapan Prodi melakukan matching mata kuliah bentuk kegiatan pembelajaran MBKM. Memberikan penawaran kepada mahasiswa prodinya. Mahasiswa melakukan pendaftaran setelah mendapatkan persetujuan dosen wali atau prodi.

    “Mahasiswa menjalankan MBKM, prodi dan dosen pembimbing atau mentor melakukan pemantauan dan menjalankan assessment. Kemudian mahasiswa menyampaikan buku log dan hasil assessment. Prodi melakukan proses rekognisi dan pelaporan,” jelasnya.

  • UIN SGD BANDUNG RANKING PERTAMA WEBOMETRICS DI PTKIN

    UIN SGD BANDUNG RANKING PERTAMA WEBOMETRICS DI PTKIN

    Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung bertengger di peringkat pertama Webometrics di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Webometrics merupakan perangkat untuk memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University).

    Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. mengatakan, peringkat Webometrics UIN Bandung terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2019, UIN Bandung menempati ranking ke-78. Pada 30 Januari 2020, berada di peringkat ke-54 se-Indonesia dan posisi ke-5 di PTKIN. Saat ini, UIN Bandung menempati posisi pertama Ranking Web of Universities di PTKIN.

     

  • Menghadapi Pandemi Covid 19, Rektor UIN Bandung: Jangan terlalu membebani mahasiswa

    LPM UIN Sunan Gunung Djati menyelenggarakan survei pembelajaran di musim pandemi covid 19. Survei ini dikuti oleh 4000 mahasiswa melalui angket online. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 94% mahasiswa mengikuti pembelajaran onlie sebagai pengganti pembelajaran tatap muka yang diberlakukan selama masa pandemi covid 19.

    Ketua LPM, Ija Suntana, menerangkan bahwa survei dilaksanakan dalam rangka monitoring kebijakan yang diterapkan oleh kampus UIN Bandung terkait dengan proses belajar-mengajar dalam jaringan (online). “Kebijakan tersebut (pembelajaran online) perlu dimonitoring, supaya dapat dipastikan bahwa kebijakan berjalan sesuai rencana atau ada hambatan apa yang perlu diatasi,” ungkap ketua LPM.

    Dari survei yang dilaksanakan, selain memastikan proses pembelajaran secara online berjalan secara lancar, ditemukan beberapa data yang dapat dijadikan masukan untuk pengambilan kebijakan oleh pimpinan universitas. Di antaranya, data tentang keluhan mahasiswa di saat pandemi covid 19 adalah beban tugas yang berlebih dari para dosen. Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Mahmud, menyaarankan para tenaga pendidik atau dosen agar memertimbangkan kondisi spikologis peserta didik. “Mereka sedang dalam kondisi tegang psikologis. Oleh sebab itu, sesuaikan tugas-tugas mahasiswa dengan kondisi dan situasi pandemi ini. Jangan terlalu membebani mereka dengan tugas yang bertumpuk,” demikian dijelaskan rektor yang juga guru besar ilmu pendidikan Islam.