slot pulsa
slot deposit pulsa
slot
slot pulsa
bola16
slot pulsa
slot
iboslot
slot pulsa
slot pulsa
slot gacor
rtp
slot gacor
rtp bola16
slot gacor
slot gacor
slot pulsa
Berita – Lembaga Penjaminan Mutu

Lembaga Penjaminan Mutu

Category: Berita

  • Tim Lembaga Penjaminan Mutu UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ikuti Bimbingan Teknis Akreditasi IABEE di Universitas Multimedia Nusantara

    Tim Lembaga Penjaminan Mutu UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ikuti Bimbingan Teknis Akreditasi IABEE di Universitas Multimedia Nusantara

    Tangerang – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerjaa sama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Kilau4D Komputer (APTIKOM) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akreditasi Internasional IABEE Bidang Computing. Acara yang berlangsung pada Kamis dan Jumat, 11-12 September 2025 ini, diikuti oleh dosen dan pengelola program studi dari berbagai perguruan tinggi anggota APTIKOM di seluruh Indonesia. Salah satu peserta penting dalam kegiatan ini adalah tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang terdiri dari Sekretaris LPM – Dr. Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu – Dr. H. Asep Abdul Sahid, Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu – Wisnu Uriawan, Ph. D, Kepala Pusat PD DIKTI – Ichsan Taufik, MT, Kepala Pusat Akreditasi Internasional – Dr. Elis Ratna Wulan, dan Wakil Dekan Bidang Akademik FST – Dr. Yudha Satya Perkasa.

    Meningkatkan Kapasitas Akreditasi Internasional

    Kegiatan bimtek ini diadakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para peserta dalam mempersiapkan akreditasi Pusat4D internasional, khususnya dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Bimtek ini diselenggarakan secara luring di Kampus UMN, tepatnya di Gedung D, Lantai 20, Ruang Borneo, yang berlokasi di Gading Serpong, Kilau4D Tangerang, Banten.

    Pada hari pertama, Kamis, 11 September 2025, acara dimulai dengan agenda registrasi dan pembukaan. Keynote Speech disampaikan oleh Prof. Dr.rer.nat. Achmad Benny Mutiara, S.Si., M.Kom. selaku Ketua Umum APTIKOM. Materi utama bimtek disampaikan oleh Prof. Prihandoko, S.Kom., MIT, Ph.D.. Sesi materi ini mencakup pengenalan IABEE, prosedur akreditasi, dan instrumen/kriteria akreditasi IABEE.

    Fokus Utama Bimtek pada Penyusunan SER

    Fokus utama bimtek ini adalah pada penyusunan Self-Evaluation Report (SER). Pada hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan SER yang berfokus pada desain dan keselarasan kurikulum.

    Memasuki hari kedua, Jumat, 12 September 2025, sesi bimtek kembali dipandu oleh Prof. Prihandoko, S.Kom., MIT, Ph.D. dan para fasilitator Anggit Dwi Hartanto dan Tien Kusumasari. Rincian kegiatan pada hari kedua berpusat pada aspek-aspek penting lainnya dari SER, meliputi: Proses dan metode pembelajaran, Penilaian/asesmen pembelajaran, dan Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

    Acara ditutup dengan sesi paparan hasil kerja kelompok dan acara penutupan. Kehadiran tim LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam acara ini diharapkan dapat membawa wawasan baru dan memperkuat upaya universitas dalam mencapai standar akreditasi internasional. Hal ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

    Bimtek ini tidak hanya menyediakan pengetahuan teoretis, tetapi juga bimbingan praktis dalam menyusun dokumen-dokumen penting untuk akreditasi, yang sangat krusial bagi peningkatan daya saing program studi di kancah internasional. (ERW)

  • UIN Sunan Gunung Djati Bandung Perkuat Mutu Internasional: Lembaga Penjaminan Mutu Ikuti Dua Agenda Kunci Akreditasi IACBE

    UIN Sunan Gunung Djati Bandung Perkuat Mutu Internasional: Lembaga Penjaminan Mutu Ikuti Dua Agenda Kunci Akreditasi IACBE

    BANDUNG – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menunjukkan komitmennya yang kuat untuk mencapai standar pendidikan internasional. Kepala Pusat Akreditasi Internasional secara aktif mengikuti dua kegiatan daring berturut-turut yang diselenggarakan oleh International Accreditation Council for Business Education (IACBE). Partisipasi proaktif ini membuktikan keseriusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memajukan program studi di bidang bisnis dan ekonomi menuju pengakuan internasional.

    Mengenal IACBE: Akreditasi Berbasis Hasil Pembelajaran (OBE)

    International Accreditation Council for Business Education (IACBE) adalah lembaga akreditasi nirlaba dan independen yang diakui secara internasional dan berpusat di Overland Park, USA. Didirikan pada tahun 1997, IACBE berbeda dari akreditasi tradisional karena fokus utamanya pada Outcomes-Based Education (OBE) atau Pendidikan Berbasis Hasil. IACBE menilai kualitas pendidikan dari kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan di dunia nyata, bukan hanya dari jumlah sumber daya yang dimiliki institusi.

    Proses akreditasi IACBE mencakup evaluasi komprehensif terhadap beberapa kriteria kunci, antara lain:

    1. Hasil Pembelajaran Mahasiswa (Student Learning Outcomes): Mengukur keberhasilan program studi dalam menghasilkan lulusan dengan keterampilan yang relevan.
    2. Kurikulum: Meninjau kesesuaian kurikulum dengan standar profesional dan kebutuhan industri.
    3. Staf Pengajar (Faculty): Menilai kualifikasi dan keterlibatan dosen.
    4. Perbaikan Berkelanjutan (Continuous Improvement): Mendorong institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

    Sesi Tanya Jawab dan Pelatihan Laporan Penjaminan Mutu IACBE

    Komitmen UIN SGD Bandung dalam proses ini tercermin dari partisipasi aktif Kepala Pusat Akreditasi Internasional, Dr. Elis Ratna Wulan, dalam dua agenda IACBE. Pada Rabu, 10 September 2025, beliau menghadiri sesi tanya jawab bulanan dengan tim akreditasi IACBE secara daring. Forum ini memberikan kesempatan langsung untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan klarifikasi terkait prosedur akreditasi. Narasumber yang hadir adalah Director of Accreditation dari IACBE, Dr. Laurie Yates didampingi oleh Lidia Aguilar Client Solution Advisor dari Peregrine Global Services yang bermitra dengan IACBE untuk membantu para anggota IACBE dan institusi yang sedang diakreditasi IACBE dalam hal asesmen dan pengumpulan data.

    Sehari setelahnya, pada Kamis, 11 September 2025, beliau kembali mengikuti pelatihan virtual yang fokus pada Interim Quality Assurance Report IACBE. Pelatihan ini mencakup presentasi dan sesi tanya jawab yang sangat membantu dalam memahami setiap bagian dari Self Evaluation Report (SER) IACBE.

    Keikutsertaan dalam kedua kegiatan ini adalah langkah nyata bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mempersiapkan diri secara matang dalam memenuhi standar akreditasi internasional. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kredibilitas program studi, tetapi juga memperkuat posisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung di kancah internasional. (ERW)

  • Arief Syaichu: Kurikulum OBE Berpusat pada Mahasiswa dan Hasil

    Arief Syaichu: Kurikulum OBE Berpusat pada Mahasiswa dan Hasil

    LPM UIN Bandung-Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati pada Hari Kamis, 17 Oktober 2024 kembali menyelenggarakan Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE). Kali ini tema workshop dikhususkan bagi Program Studi (PS) dan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) rumpun ilmu Sains dan Teknologi.  Kegiatan workshop dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung, para Kepala Pusat LPM, dan peserta dari PS dan UPPS rumpun ilmu sains dan teknologi di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati.

    Ketua LPM, Prof. Dr. Ija Suntana, M.AG, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya workshop kurikulum ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan program studi serta unit pengelola program studi dalam penyusunan dan penyesuaian kurikulum berbasis outcome. Selain itu, untuk terus menerus memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung tetap berada pada iklim serta sistem penjaminan mutu, khususnnya dalam mutu kurikulum.  

    Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Arief Syaichu Rohman, M. Eng. Sc., Ph. D. Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan terlebih dahulu materi mengenai International Accords and Agreements. Ia mencontohkan bidang Teknik. Yaitu,bagaimana kita membangun pemahaman mutual di antara negara-negara tentang kualitas ahli teknik yang memasuki tempat kerja yang terkoneksi secara global.

    Menurutnya, International Engineering Alliance (IEA) adalah organisasi yang memayungi 7 persetujuan internasional yang mengembangkan dan mendorong anggotanya untuk memiliki standar Teknik secara internasional untuk pendidikan Teknik dan kompetensi “entry level” pada praktek Teknik.

    Adapaun Educational Accords itu sendiri mencakup Washington Accord, yaitu: professional engineering. Kemudian, Sydney Accord, yaitu engineering technologiest. Dan, Dublin Accord, yaitu engineering technician.

    Oleh sebab itu, alumni dapat bekerja dan diakui jika prodinya terakreditasi internasional seperti IABEE yang berada di bawah Educational Accords yang sesuai.

    Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Competence Recognition/ Mobility Agreements mencakup:

    1. International Professional Engineering Agreement: Professional Engineers
    2. International Engineering Technologies Agreement: engineering technologists
    3. Agreement for International Engineering Technicians: engineering tehnicians
    4. APEC Engineers: Professional engineers (APEC Region)

    Dalam pemaparan berikutnya, narasumber menyampaikan mengenai perbedaan output dan outcome. Di mana input mencakup mahasiswa, proses, program, layanan, infrastruktur. Sedangkan output mencakup nilai, jumlah SKS, tingkat retensi, keterserapan tenaga kerja, melanjutkan studi. Adapun outcomes mencalup pengetahuan mahasiswa, keterampilan mahasiswa, sikap/ nilai/ tingkah laku mahasiswa.

    OBE sendiri menurut Arief merupakan suatu filosofi/model pendidikan di mana pendidikan pengajaran dan pembelajaran didasarkan pada serangkaian “hasil yang diharapkan” yang telah ditetapkan sebelumnya. “Hasil” merupakan sekumpulan nilai atau atribut tentang apa yang harus dicapai/ dikuasai  oleh peserta didik setelah menyelesaikan jenjang pembelajaran tertentu. Hasil mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap/ nilai.

    Ia menambahkan bahwa karakteristik Kurikulum OBE adalah pertama, memiliki tujuan program, capaian program/ mahasiswa, capaian mata kuliah dan indikator kinerja. Kedua, berorientasi pada tujuan dan hasil di mana setap tujuan dan hasil yang dinyatakan dapat dinilai dan dievaluas. Ketiga, setiap capaian pembelajaran bersifat disengaja dan karenanya capaian tersebut harus dinilai menggunakan indikator kinerja yang sesuai.

    Keempat, tujuan pendidikan program ditujukan pada pencapaian lulusan dalam 3-5 tahun setelah kelulusan mereka. Kelima, capaian program/ mahasiswa yang terdiri dari kemampuan yang harus dicapai mahasiswa sebelum mereka lulus, dirumuskan berdasarrkan tujuan program. Keenam, hasil program membahas pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dicapai mahasiswa. Ketujuh, metode pembelajaran dapat mencakup metode penyampaian yang berbeda untuk melengkapi metode perkuliahan tradisional.

    Dalam praktik pembelajarannya, kurikulum OBE menurutnya berpusat pada mahasiswa. Yaitu, pembelajar mempunyai tanggung jawab penuh terhadap pembelajarannya, dibutuhkan keterlibatan dan partisipasi; Hubungan antar mahasiswa menjadi lebih setara, sehingga mendorong pertumbuhan dan perkembangan; Dosen menjadai fasilitator dan narasumber; Mahasiswa mengalam konfluensi dalam pendidikannya (ranah afektif dan kognitif secara Bersama); Mahasiswa melihat dirinya sendiri secara berbeda sebagai hasil dari pengalaman belajar.

  • ASIIN Indonesia Conference 2024: Shaping Tomorrow’s Minds:Advancing Higher Education Excellence in Indonesia and Germany

    ASIIN Indonesia Conference 2024: Shaping Tomorrow’s Minds:Advancing Higher Education Excellence in Indonesia and Germany

    Dalam rangka memajukan keunggulan perguruan tinggi di Indonesia dan Jerman, serta melaksanakan agenda internasionalisasi maka LPM UIN Sunan Gunung Djati mengutus Kepala Pusat Akreditasi Internasional, Dr. Elis Ratna Wulan, S. Si., MT., AMLE, CIIQA untuk ikut serta dalam ASIIN Internasional Conference 2024 di Prime Plaza Hotel Sanur Bali. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 September – 2 Oktober 2024 dan dihadiri oleh perwakilan dari ASIIN; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Kedutaan Jerman di Indonesia; Universitas Udayana; dan perguruan tinggi di Indonesia dan Jerman.

    ASIIN Indonesia Conference 2024 diselenggarakan oleh The Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics (ASIIN) bekerja sama dengan Universitas Udayana, mengupas lima tema untuk memperkaya lanskap pendidikan tinggi di Indonesia, dengan penekanan khusus pada kerja sama jangka panjang antara Jerman dan Indonesia.

    Agenda pembukaan konferensi diawali dengan pidato sambutan dari Prof. Dr. Klaus Kreulich, President of the ASIIN Board of Directors; Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, M.T.,Ph.D.,IPU., Rector of Udayana University;Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T, Director of Learning and Student Affairs, Ministry of Education, Culture, Research, and Technology; Annisa Fitria, Head of Science and Technology Section, Embassy of the Federal Republic of Germany in Indonesia; and pengantar program dan moderasi oleh Dr. Iring Wasser, C.E.O of ASIIN.

    Tema pertama adalah Innovation in Teaching and Learning: The Impact of Artificial Intelligence. Bahasan dan narasumber pada tema ini adalah An overview of current debates, initiatives and policies oleh Prof. Dr.-Ing. Manfred Krafczyk, Senior Vice President for Digitisation and Sustainability at TU Braunschweig dan Artificial Intelligence in the Indonesian HE sectors oleh Adam Brimo, CEO Open Learning.

    Tema kedua adalah Successful examples of international collaboration between Indonesia and Germany in the area of Higher Education and the provision of skilled labour. Bahasan dan narasumber pada tema ini adalah International Exchange Opportunities for Indonesian HEIs – Presentation of DAAD´s Portfolio oleh Muji Rahayu, Deputy Director of the DAAD Regional Office Jakarta; How to best develop and implement Double Degrees/Joint Programs between Indonesian and German universities oleh Prof. Tutun Nugraha, Rector of International University Liaison Indonesia; Connecting Higher Education and Industry: Presenting the German model of dual Education and its benefit for the management of skilled labour oleh Prof. Dr. Kreulich, Vice President of the München University of Applied Sciences; dan Skilled Labour Development Through Collaboration in the German Dual System Approach in Indonesia oleh Stephan Blocks, Project Coordinator ProRecognition Indonesia, German-Indonesian Chamber of Industry & Commerce (EKONID).

    Tema ketiga adalah The Global Ranking Discussion and what it means for Indonesian and German Higher Education Institutions. Bahasan dan narasumber pada tema ini adalah Challenges and Innovations Worldwide – the Ranking Discussion oleh Prof. Dr. Frank Ziegele, Center for Higher Education;  dan Understanding the Impact of International Rankings on Global Competitiveness and Development oleh E Way Chong MBA, QS Quacquarelli Symonds. Tema ketiga ini mengakhiri kegiatan konferensi pada hari pertama.

    Kegiatan konferensi pada hari kedua membahas tema ke empat dan kelima. Tema ke empat adalah Best Practice in running a modern HEI. Bahasan dan narasumber pada tema ini adalah Revolutionizing higher education management at the Technical University of Berlin oleh Prof. Dr. Ulrich Heiß, Former Vice President of the Technical University of Berlin; Presenting the innovative features of the higher education management system of the IPB oleh Prof. Dr. Arif Satria, Rector of Bogor Institute of Agriculture;  dan Thinking a University anew – the unique model of the Dual University of Applied Sciences in Germany and what to learn from it oleh Prof. Dr. Christian-Andreas Schumann, German Association of Engineers (VDI) and Vice President of ASIIN.

    Tema ke lima adalah How International Quality Assurance contributes to the development of the Indonesian Higher Education Sector. Bahasan dan narasumber pada tema ini adalah How ASIIN’s Capacity Building and QA Enhancement Portfolio can benefit the Indonesian Higher Education Sector oleh Dr. Iring Wasser, C.E.O. of ASIIN; How ASIIN’s Capacity Building and QA Enhancement Portfolio can benefit the Indonesian Higher Education Sector / lessons learned oleh Assoc. Prof. Dr. Rini Rachmawaty, Secretary of the Institute for Quality Assurance and Education Development, UNHAS.

    ASIIN Indonesia Conference 2024  diharapkan menjadi katalis perubahan positif, mendorong pertumbuhan dan peningkatan pendidikan tinggi di Indonesia, membina kemitraan global yang bermakna, dan menangani pertukaran tenaga kerja terampil, membantu pengembangan pendidikan tinggi, kekurangan keterampilan, dan mobilitas alumni dan mahasiswa. Konferensi ditutup dengan pidato penutup dan pemberian sertifikat kepada seluruh narasumber dan peserta oleh Dr. Iring Wasser, C.E.O. of ASIIN.

  • Prof Yani: Dosen sebagai Ujung Tombak Kurikulum OBE

    Prof Yani: Dosen sebagai Ujung Tombak Kurikulum OBE

    LPM UIN Bandung – Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bandung, Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si, menitikberatkan bahwa ujung tombak dari implementasi kurikulum OBE (Outcome Based Education) adalah dosen. Mereka semua langsung berhadapan dengan mahasiswa, baik melalui tatap muka, maupun melalui tugas terstruktur dan tugas mandiri. Adapun pemilik dan sekaligus pengendalinya adalah program studi.

    Penitikberatan itu disampaikan oleh Prof Yani pada saat acara Workshop Penyusunan Kurikulum OBE yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Selasa 24 September 2024). Workshop sesi pertama ini dikhususkan pada program studi dengan bidang ilmu sosial dan humaniora.

    Dalam pemaparan materinya Prof Yani juga menyampaikan prinsip-prinsip kurikulum OBE, yaitu  pertama, desain kurikulum backward design. Hal itu mengacu pada kerangka pemikiran bahwa OBE dirancang dengan tahapan mundur (backward design model).

    Kedua,  fokus pada hasil (Outcomes), yaitu dengan rumusan CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) – Profil Lulusan – Profesi. Ketiga, Responsibilitas siswa dalam pembelajaran. Yaitu, belajar dengan kecepatan dan gaya belajar di lura program studi, belajar tuntas dan dengan ekspektasi yang tinggi, dan fleksibel.

    Keempat, evaluasi berbasis kinerja. Dan, kelima, keterlibatan pemangku kepentingan, seperti  orang tua, pengguna lulusan, asosiasi, dan pemerintah.

    Kegiatan workshop kurikulum OBE yang dilaksanakan Gedung O.Djauharuddin Lt 2 tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua LPM, Prof. Dr. Ija Suntana, M.Ag. Pada sambutannya, Prof Ija menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk penguatan mutu pendidikan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati, baik mutu masukan, mutu proses, maupun mutu luarannya.

    Dikatakan Prof Ija bahwa selama ini kurikulum yang ada prodi-prodi sudah menganut OBE. Hanya saja masih harus ada update karena relaitas social need yang cenderung dinamis, serta kebijakan pendidikan yang terus berubah.

    Workshop berlangsung secara interaktif dengan dimoderatori oleh Ketua Pusat Pengembangan Standar Mutu, Dr. Asep Sahid Gatara, M.Si., CPS. Hadir sebagai peserta para wakil dekan 1, wakil direktur pascasarjana, para ketua program studi dan komite serta gugus penjamin mutu.

  • Workshop: Peningkatan Kompetensi Auditor dan Penyamaan Persepsi Audit Mutu Internal (AMI)

    Workshop: Peningkatan Kompetensi Auditor dan Penyamaan Persepsi Audit Mutu Internal (AMI)

    LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan Workshop “Peningkatan Kompetensi Auditor dan Penyamaan Persepsi Audit Mutu Internal (AMI)” sebagai bagian dari amanat Undang-Undang No. 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi. Acara dilaksanakan pada tanggal 19 September 2024 di gedung Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

    Kegiatan tersebut di hadiri oleh seluruh Komite Penjaminan Mutu (KPM), para Auditor Audit Mutu Internal (AMI), Sekretaris LPM Dr. Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani, M.Ag., dan para Kepala Pusat Dr. Wisnu Uriawan, M.Kom., Ichsan Taufik, M.T., dan Dr. Elis Ratna Wulan, M.T.

    Mengawali acara, ketua LPM Prof. Dr. H. Ija Suntana, M.Ag., CLA. Menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi Auditor sebagai ujung tombak proses Audit Mutu Internal. Di samping itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi para Auditor terkait dengan kebijakan-kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Kegitan AMI merupakan kegiatan rutin yang wajib diselenggarakan oleh Pendidikan Tinggi dalam rangka evaluasi dan upaya peningkatan kualitas terhadap layanan pendidikan terutama dilingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

    Auditor AMI diharapkan mampu menggali informasi dan mengkonfirmasi terkait pelaksanaan sistem penjaminan mutu di tingkat program studi yang telah ditetapkan oleh universitas. Dalam pelaksanaannya Auditor harus menyiapkan Program Kerja Audit (PKA), Kertas Kerja Audit (KKA), dan Laporan Hasil Audit (LHA). Setelah pelaksanaan AMI, para Auditor menyerahkan hasil Asesmen Lapangan kepada panitia AMI yakni Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di tingkat universitas.

    Kegiatan tersebut menerapkan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Beberapa Auditor menanyakan terkait kebijakan, instrumen AMI, dan Proses Pelaksanaan AMI. Di sela-sela diskusi tersebut muncul pertanyaan mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) mulai proses hingga pembiayaan. Acara berjalan lancar dan interaktif hingga akhir.

  • Revolusi Mutu: LSP UIN Bandung Benchmarking ke LSP UNJ

    Revolusi Mutu: LSP UIN Bandung Benchmarking ke LSP UNJ

    Jakarta, 14 Agustus 2024 — Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan kunjungan ke Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama Universitas Negeri Jakarta (LSPP1-UNJ), sebagai tindak lanjut pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P1) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka benchmarking persiapan LSP  untuk mendapatkan lisensi dari BNSP.

    Saat ini, delapan skema yang telah diajukan LSP P1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah lolos verifikasi melalui SK Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor Kep 2447/BNSP/XI/2023 tentang Hasil Verifikasi Skema Sertifikasi LSP UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Adapun skema yang telah lolos verifikasi adalah; (1) Skema Sertifikasi Klaster Melaksanakan Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan, (2) Skema Sertifikasi Okupasi Teknisi Akuntansi Madya –Syariah, (3) Skema Sertifikasi jenjang 5 bidang kewirausahaan Industri, (6) Skema Sertifikasi Okupasi penerjemah Teks Umum, (7) Skema Okupasi Auditor Halal, (7) Skema Sertifikasi Okupasi Penyelia Halal, (8) Skema Sertifikasi Okpasi Secretary (Sekretaris)

    Kunjungan ini dipipimpin oleh Sekretaris LPM, Dr. Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani, M.Ag., didampingi oleh Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Dr. Asep Sahid Gatara, M.Si.; Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Wisnu Uriawan, M. Kom., Ph.D.; Anggota Tim LSP UIN Bandung: Dr. Hj. Betty Tresnawaty, S.Sos., M.I.Kom.; dan Analis Laporan Keuangan Ahli Muda pada LPM: Euis Rohayati, S.Sos.

    Bertempat di Gedung UTC Lantai 2 Ruang 201 Kampus A Universitas Negeri Jakarta, Tim diterima langsung oleh Ketua Pelaksana LSPP1-UNJ, Dr. Ir. Alsuhendra, M.Si. Beliau didampingi oleh Sekretaris/Ketua Bidang Sertifikasi, Dr. Ir. Ridawati, M.Si.; Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan, Dwi Handarini, S.Pd., M.Ak.; Staff LSPP1 UNJ, Siti Syamsiah dan Ganang Ayom Sugiharto, S.Ak.

    Kegiatan Bencmarking diawali dengan pengantar dari Sekrertaris LPM UIN Bandung. Dalam pengantarnya tersebut Sekretaris LPM menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaannya yang hangat dari LSPP1-UNJ. Selanjutnya, ia menyampaikan perihal maksud serta tujuan utama dari kunjungannya, yaitu untuk mempelajari secara langsung manajemen pengelolaan LSP dan pengembangan skema sertifikasi profesi.

    Kemudian pada sambutannya, Ketua Pelaksana LSPP1-UNJ, yang akrab dipanggil pak Al, memaparkan bagaimana tantangan-tantangan dan peluang-peluang dalam pengelolaan LSP di UNJ. Sebelumnya, dipaparkan mengenai bagaimana tahapan-tahapan penguatan dalam pendirian LSP di Perguruan Tinggi.     

    Pada pemaparannya tersebut, Ketua LSPP1-UNJ memberikan penjelasan tahapan-tahapan yang harus dipenuhi setelah mendapat verifikasi skema sertifikasi. Yaitu, melengkapi dokumen sebagaimana checklist kelengkapan dokumen LSPP1. Sebelum divisitasi, Ketua LSPP1-UNJ merekomendasikan untuk menyusun Materi Uji Kompetensi (MUK) dan melakukan pelatihan calon asesor serta uji kompetensi calon asesor, melakukan uji coba instrumen secara mandiri, melakukan witness pada mahasiswa,  melakukan audit internal, membuat laporan uji coba instrumen. Dalam pelaksanaanya setiap skema setidaknya memiliki 2 asesor, dan seluruh asesor tersebut harus ditetapkan oleh SK Rektor. Pemaparan diakhiri dengan penyampaian motto “competence and competitive”. Motto yang relevan bagi segala ikhtiar akademik dalam penguatan standar mutu lulusan yang sesuai dengan harapan masyarakat pengguna.  

    Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara kedua belah pihak. Di sela-sela diskusi tersebut mucul rasa optimisme bagi segera terimplementasikannya LSP UIN Bandung. Yaitu, semangat untuk sertifikasi profesi seluruh calon lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dan, komitmen dalam penjaminan mutu sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan kompetitif di pasar kerja global.   

  • Memperkuat Penjaminan Mutu: LPM UIN SGD Bandung Berguru RPL di UNJ

    Memperkuat Penjaminan Mutu: LPM UIN SGD Bandung Berguru RPL di UNJ

    Jakarta, 7 Agustus 2024 – Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam rangka benchmarking  tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ija Suntana, bersama delapan anggota LPM yang terdiri dari beberapa kepala pusat dan perwakilan fakultas, serta didampingi oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (A2KK) Dr. H. Nur Arifin, M.Pd.

    Setibanya di UNJ, tim LPM UIN SGD Bandung disambut hangat oleh Sekretaris Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNJ, Ratna Syah Suryaratri, M.Si., Ph.D, didampingi oleh Dr. Humaidi, M.Hum, sebagai Koordinator Pusat Layanan Mahasiswa Universitas (LMU) dan Erik, M.Si, Kepala Divisi Seleksi Non Reguler. Kegiatan dimulai dengan sambutan pengantar dari Prof. Dr. Ija Suntana, yang menyampaikan tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk belajar mengenai pengelolaan penjaminan mutu serta menggali pengalaman terkait dengan RPL.

    Dalam sambutannya, Sekretaris LP3M UNJ, Ratna Syah Suryaratri, M.Si., Ph.D, mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan tim dari UIN SGD Bandung. Beliau memperkenalkan unit-unit di LP3M, yang terdiri dari berbagai koordinator pusat seperti Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSBLD), Sistem Pendidikan dan Pengajaran (SPP), serta Pusat Pengembangan Penjaminan Mutu (Penjamu).

    Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Erik, M.Si, yang menjelaskan proses penerimaan mahasiswa di UNJ, termasuk jalur prestasi, seleksi reguler, seleksi non reguler, hingga penerimaan mahasiswa disabilitas. Fokus utama dari presentasi ini adalah penjelasan mendetail mengenai RPL di UNJ, termasuk teknis penerimaan, transfer nilai, dan aspek lain yang berkaitan dengan RPL. Beliau juga menyebutkan bahwa peraturan terbaru mengenai RPL, Kepdirjen RPL, baru saja dikeluarkan pada Mei 2024, menunjukkan bahwa bidang ini sangat dinamis dan terus berkembang.

    Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi seputar penerapan RPL dan kegiatan akademik lainnya. Tim LPM UIN SGD Bandung berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang berharga untuk meningkatkan mutu pendidikan di UIN SGD Bandung.

  • LPM UIN Bandung Menerima Kunjungan Benchmarking LPM UIN Batusangkar

    LPM UIN Bandung Menerima Kunjungan Benchmarking LPM UIN Batusangkar

    Pada hari Kamis, 1 Agustus 2024, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerima kunjungan dinas dari LPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Rombongan mutu diterima oleh Sekretaris LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Izzah Faizah Siti Rusydati Khaerani, M.Ag., didampingi oleh Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Dr. Asep A. Sahid Gatara, M.Si., dan Kepala Pusat Akreditasi Internasional, Dr. Elis Ratna Wulan, MT. Rombongan diterima langsung di Meeting Room LPM, Gd Aljamiah Lt 6.

    Rombongan LPM UIN Batusangkar dipimpin oleh Dr. Ulya Atsani, SH., M.Hum (Ketua LPM UIN Batusangkar). Ikut hadir dalam rombongan, Sekretaris LPM, Dr. Elda Herlina, M.Pd ., Kepala Pusat Audit Penjaminan Mutu, Elfina Yenti SE., Akt., M.Si., Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Dr. Lina Delfita, M.Si., Pelaksana LPM, Farid Ahmad Marlion, SE., M.E., dan Wiwit Gustrianti, S.Sos.  

    Dalam sambutannya, Ulya Atsani menyampaikan maksud dan tujuan dari kujungannya adalah benchmarking dalam rangka penyesuaian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pasca terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi, Nomor 53 Tahun 2023. Ia dan rombongan tertarik melaksanakan benchmarking tersebut karena AIPT UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah berpredikat Unggul. Hal itu terbukti dengan banyaknya prestasi dan reputasi yang diraih oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung, baik akademik maupun non-akademik.

         

    Sementara itu, Izzah Faizah SRK dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rombongan LPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Kampus Rahmatan Lil’alamin. Kampus rahmah lingkungan yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi. Pada kesempatan yang sama, Dr Izzah Faizah menyampaikan gambaran umum mengenai kebijakan dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Selain itu, ia juga menyampaikan mengenai pengelolaan PD Dikti di LPM, pelaksanaan MBKM, dan Akreditasi Internasional.

    Acara dilanjutkan dengan dialog santai secara interaktif seputar mutu pendidikan di Bandung dan Batusangkar. Dari mulai permasalahan kendala-kendala yang dihadapi hingga pola-pola dalam mengatasinya. Di penghujung acara, dilaksanakan tukar menukar cindera mata dan sesi foto bersama.

  • LPM UIN Jambi Benchmarking ke LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    LPM UIN Jambi Benchmarking ke LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerima benchmarking sistem penjaminan mutu internal dari LPM UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Kamis (9/12/2021)..

    Bertempat di gedung O. Djauharuddin AR, rombongan yang dipimpin oleh Dr. Dian Mursyidah, M.Ag. (Ketua LPM UIN Jambi), disambut oleh ketua LPM UIN Bandung, Dr. Ija Suntana, M.Ag., CLA.

    Dalam sambutannya Ketua LPM UIN Jambi menyebutkan bahwa silaturahmi ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini dalam rangka mempelajari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di UIN Bandung yang telah mengembangkan aplikasi online dalam pelaksanaannnya. “Kami menilai UIN Bandung sangat tepat untuk dijadikan tempat belajar banyak hal, salah satunya pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal yang berbasis aplikasi,” tegas Dian Mursyidah.

    LPM UIN Jambi mengharapkan agar benchmarking yang dilaksanakan bukan sekadar untuk mempelajari sistem penjaminan mutu saja, termasuk mempelajari aplikasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah dikembangkan oleh UIN Sunan Gunung Djati. “Kami melihat aplikasi online pelaksanaan program MBKM di UIN Bandung telah lebih maju. Banyak terobosan luar biasa dalam rangka menyambut program pemerintah tentang pembelajaran di perguruan tinggi,” lanjut Dian.

    Ketua LPM UIN SGD Bandung, Dr. H. Ija Suntana,M.Ag, CLA, dalam sambutannnya menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan di UIN Bandung. “Saya atas nama pimpinan LPM mengucapkan selamat datang di kampus UIN Bandung. Mudah-mudahan ada kebaikan yang bisa dipelajari untuk peningkatan kualitas tata kelol pendidikan tinggi. Dengan sama PTKIN kita tidak boleh bersaing melainkan harus bersanding, ” paparnya.

    Hadir dalam acara kunjungan ini, Dr. Izzah Faizah Siti Rusyidati Khaerani, M.Ag. Sekretaris LPM, Rohanda, M.Ag., Kepala Pusat Audit Mutu, dan jajaran pengurus LPM lainnya. Sementara itu, rombongan dari UIN Jambi sebanyak 10 orang yang terdiri dari, Sekretaris LPM, Dr. Jamaluddin, M.Pd.I., Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Zarfina Yenti, Kepala Pusat Audit Penjaminan Mutu, Ilyas Idris, Kapus PPMM Kholid Musyaddad, Sub Koordinator dan staf LPM.